Warga di Sidoarjo telah menyuarakan keluhan mereka terhadap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), badan keamanan sipil dan ketertiban umum setempat, dengan menyebutkan berbagai masalah yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari. Keluhan ini semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap perilaku dan tindakan Satpol PP.
Salah satu isu utama yang dilontarkan warga adalah dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan penggunaan kekerasan berlebihan yang dilakukan petugas Satpol PP. Terdapat laporan mengenai petugas yang menggunakan taktik kekerasan dan intimidasi ketika berhadapan dengan warga, terutama pada saat operasi penegakan hukum atau penumpasan terhadap aktivitas ilegal. Hal ini menimbulkan ketakutan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat, sehingga banyak yang merasa tidak aman dan tidak terlindungi di lingkungan mereka sendiri.
Permasalahan lain yang menjadi sorotan adalah kurangnya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Satpol PP. Warga mengkritik lembaga tersebut karena tidak terbuka dan responsif terhadap keluhan atau masukan dari masyarakat. Ada beberapa kasus di mana warga mencoba menyampaikan kekhawatiran atau meminta bantuan kepada petugas Satpol PP, namun diabaikan atau dibubarkan tanpa penyelesaian apa pun.
Selain itu, warga juga mengungkapkan kekesalannya atas tidak konsistennya penegakan peraturan dan undang-undang yang dilakukan petugas Satpol PP. Ada keluhan mengenai penargetan selektif terhadap individu atau kelompok tertentu, serta pengambilan keputusan sewenang-wenang tanpa pembenaran atau proses yang tepat. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan ketidakberpihakan lembaga tersebut dalam menegakkan supremasi hukum.
Menanggapi keluhan-keluhan ini, pemerintah daerah berjanji untuk mengatasi permasalahan tersebut dan meningkatkan kinerja Satpol PP. Mereka telah berjanji untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan petugas, serta melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme dan etika dalam lembaga tersebut. Namun, warga tetap skeptis dan menyerukan tindakan yang lebih konkrit untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi di masa depan.
Secara keseluruhan, pengaduan warga terhadap Satpol PP di Sidoarjo mencerminkan keprihatinan yang lebih luas mengenai perlunya tata kelola yang efektif dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam penegakan hukum. Penting bagi pihak berwenang untuk mendengarkan suara masyarakat dan mengambil langkah-langkah yang berarti untuk mengatasi keluhan mereka, guna membangun kepercayaan dan kerja sama antara polisi dan masyarakat. Hanya melalui dialog terbuka dan kolaborasi, masyarakat yang lebih aman dan harmonis dapat dicapai bagi seluruh warga Sidoarjo.
